Breaking Jkt

This is where I write stuff

13 Hal di Tahun 2013 - Sebuah Catatan Perjalanan

Rasanya belum lama saya menulis blog tentang aktifitas di tahun 2012, tanpa terasa tahun 2013 akan segera berakhir. Kehidupan, mimpi, bisnis dan relationship. Sebuah catatan perjalanan.

  1. Januari : Seusai menjalankan ikatan dinas di Prasetiya Mulya, tempat di mana saya membantu kegiatan marketing untuk program S1 dan menerbitkan sebuah buku berjudul “Social Media Nation”, saya mulai mempertimbangkan langkah ke mana selanjutnya yang akan ditempuh. Awalnya saya berkeinginan untuk pindah ke Singapore, namun karena beberapa hal saya menunda rencana tersebut dan membantu rekan saya, Romeo, mengelola sebuah advertising agency bernama eXo Digital.
  2. Februari : Sebuah panggilan telepon dari seseorang yang sangat tidak disangka, sebut saja namanya Tante Lusi, yang menginformasikan kalau putrinya akan bercerai. Kisah ini merupakan kelanjutan dari sepenggal cerita yang saya alami 3 tahun silam. Obrolan di telepon tersebut berlanjut dengan makan siang di Surabaya, menemui Tante Lusi beserta putrinya yang nampak selalu murung karena tengah menghadapi proses perceraian.
  3. Maret : Romeo memutuskan untuk meluncurkan sebuah layanan beautybox dan ecommerce kosmetik. Saya turut membantunya mempersiapkan infrastruktur, tim dan pendanaan. Saat itu banyak kendala yang kami alami dan tingkatan stres memuncak. Therapy saya dalam menghadapi stres saat itu adalah dengan traveling. Bersama teman-teman komunitas “Wisata Bareng”, pada bulan itu kami pergi ke Dieng dan camping di Gunung Papandayan. Dilanjutkan dengan ke Karimun Jawa, Gunung Gede dan Green Canyon pada bulan-bulan berikutnya.
  4. April : Di tengah kesibukan eXo dan baru berjalannya BeautyTreats, seorang tim member dan kawan baik, Dipta, terpaksa harus meninggalkan kami karena ia akan melanjutkan studi master di Inggris. Tanpa Dipta, saya harus terjun langsung mengelola operational tim. Saya mencoret rencana pindah ke Singapore, karena hal tersebut tidak mungkin lagi dilakukan. Saya akan menetap di Jakarta hingga waktu yang cukup lama.
  5. Mei : Pada sebuah acara pernikahan, saya bertemu kawan baik sekaligus mentor yang memberikan kabar bahwa ia akan mendanai BeautyTreats. Dengan dana yang ada, BeautyTreats kini memiliki kantor, tim dan manajemennya sendiri. Lokasi kantornya tidak jauh dari kantor eXo. 
  6. Juni : Saya bersama tim eXo dan BeautyTreats mengikuti program outing di Pulau Genteng, Kepulauan Seribu. Outing menjadi kurang berkesan karena pulau tersebut kurang terurus dan agak menyeramkan.
  7. Juli : Saya cukup aktif di berbagai komunitas bisnis. Kami berkomunikasi melalui whatsapp, line ataupun facebook group dan rutin menyelenggarakan meet up. Beberapa di antaranya: StartupLokal, One HR, HR Orang Iklan, Marketing Club, Finance Club dan Energy Nusantara. Jika tidak banyak pekerjaan ataupun acara di komunitas, saya menghabiskan waktu bermain game
  8. Agustus : Seusai mudik lebaran, seorang kawan bernama Rudi pindah ke Jakarta dan tinggal bersama saya. Ia bekerja sebagai property agent yang menjual rumah dan apartment mewah. Dikarenakan seringnya mengobrol seputar property, saya memutuskan untuk membeli sebuah rumah di daerah Ciputat-Bintaro.
  9. September : Saya berkeliling Solo, Jogja dan Bandung untuk membuka jalur distribusi produk BeautyTreats. Bertemu teman-teman UKM dan online marketer, mengajak mereka bekerjasama.
  10. Oktober : Suatu ketika saya menghadiri conference di mana salah satu pembicaranya adalah John Riady. John baru berusia 27 tahun, ia tidak hanya penerus keluarga Lippo Group, ia juga seorang professor dan dekan di UPH Law School. Mendengar John berpidato dan beragumentasi dengan sangat brilian, benar-benar membuat saya kagum. Saat itu saya mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan studi saya.
  11. November : Dua orang adik saya (keduanya laki-laki) sungguh sangat membanggakan. Fahmy yang sedang menjalankan masa koas di Surabaya, baru saja di wisuda sebagai mahasiswa terbaik Fakultas Kedokteran Univ Muhammadiyah Malang. Sedangkan Fikri mendapatkan beasiswa di Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB.
  12. Desember : Om Agus, paman saya yang saya sangat dekat, sedang masa krisis di sebuah rumah sakit di Surabaya karena serangan jantung untuk ke sekian kalinya. Hingga saat ini telah dirawat selama hampir 2 minggu. Belum ada kepastian akan seperti apa hasilnya.
  13. 2014 : Apa yang telah diperjuangkan dan dikorbankan pada tahun 2013 tidak akan semakin ringan di tahun berikutnya. Tahun 2014 merupakan tahun kuda. Tahun kerja keras. Seperti kuda yang tak kenal lelah berlari, semakin di cambuk, larinya semakin kencang. 

    Selain menjalankan kesibukan yang ada sekarang, saya bersama beberapa kawan dan mentor berencana untuk mengerjakan beberapa usaha di bidang property developer. Beberapa proyek sudah di depan mata, antara lain pembangunan 150 unit rumah di Cibinong, 1300 unit rumah di Karawang Timur dan 1500 unit di Cilegon. Mohon doanya agar usaha ini berjalan lancar.

    Demikian juga dengan Anda para pembaca, semoga 2014 ini memberikan berkah, kesehatan dan kesejahteraan untuk Anda.

10 Game Keren Ini Saya Mainkan Sampai Tamat

Kalau Mama saya baca artikel ini, dia pasti akan ngomel. Tapi saya memainkan cukup banyak game karena memang efektif untuk mengisi waktu dan peregangan otak di kala saya terlalu intens dengan pekerjaan. Berbeda dengan ketika masih anak-anak dulu, kini saya bisa mengatur waktu dengan lebih bijak.

So anyway, I finished some good games this year.

  1. Mass Effect 2 & 3. Game RPG sekaligus shooter yang mengisahkan tentang petualangan Commander Shepard mengarungi angkasa untuk menyelematkan galaxy dari serangan alien yang datang dari masa purba (menggunakan mesin waktu). Kira-kira ala StarTrek gitu. Kisah pada game nya sangat seru dan dramatis, saya sampai terbawa emosi :’)
  2. Batman Arkham City. Berkisah tentang Batman yang dijebak sehingga dijebloskan di pulau terasingkan, Arkham City, yang dihuni ribuan kriminal Kota Gotham dari kelas teri hingga kelas kakap. Action dan puzzle nya menarik. Konsepnya juga “open-world” sehingga kita bisa berkeliling Arkham City dengan bebas untuk gebukin penjahat dan jalanin side missions. Pada game ini ditemui musuh-musuh Batman yang terkenal seperti Penguin, Joker, Bane, Poison Ivy, Mr. Freeze, Raz al Ghul, dsb.
  3. Assasin’s Creed 2. Game ini gameplay nya sangat menarik. Gabungan antara parkour, di mana kita bisa memanjat dan melompati bangunan-bangunan, serta membunuh musuh kita secara diam-diam. Kotanya sangat besar dan ada fitur di mana kita bisa membangun kerajaan kita sendiri. Kota-kota di Italy seperti Rome, Florance dan Venice pada abad ke-15 dihidupkan kembali dengan sangat detail. Butuh waktu cukup lama untuk menamatkannya, dan ceritanya agak boring sebenarnya.
  4. Tomb Raider. Ini merupakan sebuah adventure dan puzzle game yang keren. Gameplay nya tidak membosankan. Kita mengikuti petualangan Lara Croft mencari sebuah kerajaan yang hilang pada sebuah pulau di Jepang. Kita juga diajak untuk mengeksplorasi tempat-tempat memukau seperti tebing yang curam, goa, kota kumuh, candi tua, hutan belantara, gurun, menyusuri sungai, dsb.
  5. Crysis 2 & 3. Dari pertama kali melihat trailernya langsung jatuh cinta. Ini merupakan action shooter di mana tokoh yang kita mainkan menggunakan pakaian khusus yang memiliki teknologi antara lain “stealth”, sehingga kita dapat menghilang tak terdeteksi pandangan musuh dan “power” di mana pukulan kita dapat menjatuhkan musuh pada satu pukulan. Sangat seru dan tidak membosankan.
  6. Borderland 2. Saya beli game ini gara-gara dibujuk teman. Game shooter menggunakan grafik kartun ‘cel shading’, saya awalnya tidak terlalu suka. Tapi setelah dimainkan ternyata cukup addicting juga karena missionnya unik dan senjatanya bermacam-macam sehingga ingin rasanya terus mencari senjata terbaik. Selain itu kita juga bisa menaiki tank/ jeep untuk berperang melawan monster-monster. Kira-kira seperti Battlefield tapi versi kartun.
  7. Dead Space 3 : Awakened. Lagi-lagi game shooter, namun dengan genre yang agak horor. Adegan actionnya berlangsung di koridor pesawat angkasa yang gelap dan mengerikan. Sering banget dikagetin dengan munculnya moster secara tiba-tiba.
  8. Starcraft 2. Sekuel dari game strategy terbaik sepanjang masa. Dulu ketika SMP saya ingat ga bosan-bosan mainin game ini. Ada kawan yang sangat jago bermain game ini, dulu saya sering mampir ke rumahnya untuk minta diajarin. Berkisah tentang peperangan 3 bangsa : Terran (manusia), Zerg (semacam monster buas gitu) dan Prothos (wujudnya seperti alien dengan teknologi canggih).
  9. Diablo 3. Ini juga merupakan sekuel dari salah satu game RPG terbaik sepanjang masa. Saya mainin seri yang pertama (ketika SMP) dan seri keduanya (ketika SMA). Setelah hampir 10 tahun penantian, muncullah seri ketiganya. Game ini merupakan pioneer game RPG yang sekarang telah banyak ditiru game-game lainnya. Atribut game didalamnya sangat addicting seperti proses pencarian senjata, upgrade senjata, mencari artifact, dsb.
  10. Dishonored. Ini game shooting yang cukup unik. Tidak seperti game shooting lainnya, konsep pada game ini adalah “creative killing”, di mana kita bisa menggunakan sihir untuk menunjang keberhasilan misi kita. Kita bisa menghentikan waktu, teleport, berubah menjadi tikus, dsb. Sehingga proses membunuh musuh dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Bonus

  1. Skyrim. Ini merupakan game RPG yang sangat luar biasa keren banget! Dunia nya sangat luas dan tersedia ribuan missions untuk diselesaikan. Konon memang game ini tidak bisa diselesaikan, tapi sangat menarik sehingga kita tidak akan cepat bosan. Awalnya kita bisa memilih atribut karakter apakah ingin menjadi penyihir, ksatria, pemanah, warewolf, dracula, dsb. Selanjutnya kita akan berkeliling dunia Skyrim untuk bertarung dengan moster bahkan naga, melindungi raja kita, mencuri barang berharga dari sebuah tempat, mencari prajurit bayaran untuk melindungi kita, membeli rumah, bahkan menikah! Ada sedikit kemiripan dengan “The Sims”, namun tentunya versi lebih brutal.

Pelajaran yang Saya Peroleh Ketika Membeli Rumah/Properti

image

Status sebagai anak muda, belum menikah dan berpenghasilan, sering kali menjadikan diri kita terlena dengan gaya hidup kota yang konsumtif. Banyak sekali godaan membelanjakan penghasilan kita untuk hal-hal yang kurang manfaat seperti, membeli gadget, gaul di club/restoran mahal, liburan yang terlalu sering, ataupun mencoba-coba hobi baru. Saya pun tak luput dengan menjalani gaya hidup konsumtif seperti itu dalam beberapa tahun silam.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah rumah agar dapat mempersiapkan kehidupan berumah tangga nantinya, ataupun sebatas untuk berinvestasi. Ini merupakan pertama kalinya saya membeli properti dan berikut ini adalah 4 pelajaran yang saya petik:

1. Tentang Investasi. Kita tidak bisa menjadi kaya dengan berhemat, kita juga tidak bisa menjadi kaya dengan rajin menabung. Jika ingin kaya, gunakan uangmu untuk berinvestasi. Investasi adalah membeli masa depan dengan harga masa kini. Menyisihkan sebagian penghasilan kita secara rutin untuk berinvestasi, akan melipat gandakan kekayaan yang kita miliki esok di masa mendatang.

Pilih instrumen investasi secara bijak. Deposito yang hanya memberikan return 6% per tahun tidak akan melipat gandakan kekayaan kita secara cepat. Jika ingin memperoleh return yang lebih tinggi, pilih instrumen yang lebih beresiko misalkan properti, saham ataupun menjalankan bisnis sendiri.

2. Tentang “Waktu adalah Uang”. Kalimat ini sering sekali saya dengar namun benar-benar terasa maknanya setelah saya mulai berinvestasi. Di usia muda seperti sekarang, usia produktif saya masih panjang. Saya bisa membeli rumah dengan jangka waktu pinjaman hingga 20-25 tahun, sehingga cicilan bulanan yang saya harus bayar relatif ringan. Bandingkan dengan seorang kawan yang mulai membeli rumah di usia 38 tahun, bank hanya memberikan jangka waktu pinjaman selama 10 tahun. Cicilan bulanan yang ia harus bayar sangatlah besar.

Selain itu, seorang kawan yang telah lama berbisnis di bidang properti juga memberikan nasehat kepada saya. Jika saya tidak segera membeli rumah dari sekarang, harga rumah di Jakarta akan semakin mahal dan kita hanya akan mampu membeli rumah di daerah pinggiran yang semakin jauh dari pusat kota. Waktu adalah uang. Jika saya tidak mengeluarkan uang sekarang, saya harus menyiapkan dana yang lebih besar di masa mendatang.

3. Tentang Optimisme. Ketika menandatangani akad pembelian rumah, kita berjanji kepada bank akan membayar cicilan pinjaman selama puluhan tahun. Ini artinya kita akan terlilit hutang dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Bagaimana jika suatu hari saya tidak lagi berpenghasilan? Bagaimana jika saya nanti sakit? Dsb. Pertanyaan tersebut akan menimbulkan keraguan atas masa depan yang belum terjadi. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa mendatang, saya hanya modal nekat dan optimis. Saya yakin semuanya akan baik-baik saja. Saya yakin saya akan tetap berpenghasilan dan hidup sehat hingga dapat melunasi rumah tersebut.

Hal buruk apa yang dapat terjadi? Saya kehilangan pendapatan? Saya bisa menjual rumah tersebut (dengan harga lebih tinggi dari harga awal) dan pindah kembali ke rumah orang tua ataupun ke rumah yang lebih kecil. Atau saya bisa menyewakan rumah tersebut sehingga pendapatan dari biaya sewa dapat menutupi biaya cicilan pinjaman. Pada intinya, nothing to lose.

4. Tentang Pengorbanan. Jika ingin sukses dan memiliki sesuatu, kita harus bekerja keras dan mengorbankan banyak hal. Pada kasus ini ketika membeli rumah, saya mengorbankan hobi traveling saya, menunda keinginan untuk membeli mobil baru, menunda rencana S2, nongkrong yang tidak jelas, dsb. No pain, no gain. Perlu kesabaran dan kedewasaan tersendiri dalam menahan diri. Kita tidak perlu membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena pada dasarnya setiap orang memiliki tujuan dan kemampuan yang berbeda. Terlepas dari hal-hal yang kita korbankan, di sisi lain diri kita akan otomatis bekerja dan berpikir lebih keras untuk bisa survive.

***

Saya harap tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kawan-kawan professional muda yang telah waktunya hengkang dari rumah orang tua, untuk bisa segera mandiri dan memiliki rumah sendiri. Keputusan ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan pembelian properti berikutnya. Selamat berinvestasi :)